Rabu, 23 Februari 2011

Go to Paninggaran- Pekalongan

lama ku tak buka Blog. maaf, bukannya ku melupakanmu blogger..
kini akupun kembali tuk menjamahmu, dan aku tertarik untuk menuliskan petualanganku di Paninggaran selama dua minggu. 
ok, sebelumnya harus ku kasih tahu terlebih dahulu apa yang menjadi tujuan utamaku ke Paninggaran.
Sunggub ini akan menjadi liburan yang berkesan dan juga bermanfaat bagiku.

Selain untuk mengisi waktu libur, aku ke Paninggaran adalah untuk mengikuti penelitian yang diadakan oleh Jurusan Antropologi-FIB-UGM.

Penelitian ini sebenarnya merupakan kuliah lapangan jurusan Antropologi. 
namun, tidak ada larangan jika ada jurusan luar Antropologi yang ingin ikut penelitian tersebut. toh, penelitian itu juga terbuka untuk jurusan selain Antropologi.

tadinya saya bingung, haruskah ikut penelitian itu atau haruskah aku pulang kerumah untuk menghabiskan liburan selama kurang lebih satu bulan ini. 

lalu, kuputuskan aku mendaftar untuk ikut penelitian Lapangan tersebut.

Tema besar yang diusung oleh Jurusan Antropologi adalah " Potongan kota di Perdesaan". 

Maksudnya adalah, Desa Paninggaran adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Desa tersebut berada di Pekalongan bagian selatan dan juga berada di pegunungan. Untuk mencapai ke Paninggaran harus melewati hutan karet dan juga jalan yang berliku... Dan desa yang ada di pinggiran Pekalongan tersebut sudah mulai terpengaruh dengan budaya perkotaan, gaya hidupnyapun juga sudah mulai terpengaruh gaya perkotaan. 

Banyak juga jalannya yang sudah beraspal, meski tidak kalah banyak juga jalanan yang masih berbatuan dan juga becek gak bisa dilewati roda.

Bagaimana cerita selanjutnya????

Ikuti terus petualangan Cenung di Paninggaran.....


To be continued.......

Senin, 10 Januari 2011

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna

Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan.” Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb. Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi ‘yang penting akhwat” atau “yang penting ikhwan”. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan. Maka doa kita kepada Allah bukanlah,”berikanlah padaku pasangan yang sempurna” tetapi “ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.
Masya Allah.... benar-benar indah...

Minggu, 09 Januari 2011

Minggu pagiku

minggu pagi yang menyenangjan, 
dengan semilir angin yang memanjakan kulit dan juga jiwa.
Ah, rindu sekali rasanya.
ingin segera berjumpa.

Kamis, 06 Januari 2011

Tak Usah Ragu

Sobat, liatlah orang itu
Jangan kau palingkan muka
Langkahnya tertatih, tak ada daya tuk lanjutkan perjuangan
Kenapa kau hanya tersenyum?
Tak ada pikir untuk menyapa
Apalagi niat untuk menolong

Kau umbar tawamu
Tak peduli penderitaan kakekmu
Kau umbar nafsumu
Tak peduli nasehat rentanya nenekmu
Biadab kau!!
Tak peduli sekelilingmu

Sobat, liatlah pohon itu
Telah tumbang termakan usia
Jangan pongah dengan hartamu
Jangan sombong dengan ‘rupa’ tampanmu
Apalagi dengan kemewahanmu
Semua itu bukan milikmu
Hanya titipan dari-Nya

Gak usah termenung
Jangan banyak pikir, apalagi pertimbangan
Yang hanya kan membuatmu ragu

lakukanlah
tanpa harus membiarkan mereka menderita

Sabtu, 15 Mei 2010

aku tahu

aku tahu bahwa selamanya hidup itu tak selamanya indah
ibarat roda, dunia juga selalu berputar.
benar kata sang 'pakar hidup' bahwa seseorang harus punya rasa sabar tuk jalani kehidupan ini.
contoh saja minggu ini, aku dirumah hanya berdua dengan mbah putri. tahulah gimana gaya hidup orang jaman dulu. berbeda sekali dengan gaya orang sekarang yang maunya serba instan. huh............. aku capek. namun harus bagaimana? semua harus dijalani. toh, suatu saat pasti kan ada gunanya juga. kehidupan hari ini pasti kan ada manfaatnya tuk kehidupan esok. so... nikmatilah hidupmu. " all is well"

hm... indah memang jadi orang yang suka marah. namun kadang marahku tak kesampaian atau semua memang sengaja harus dihentikan. makasih ya mas udah selalu buat ade' sabar..............
besok semua kan lebih baik dari hari ini.