Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Manusia, Tiada Puas!

Malam telah tiba, dan aku ingin segera pagi
Pagi mulai menyapa dunia, namun aku ingin segera siang
agar aku bisa melakukan banyak hal,
agar malampun segera tiba kembali.
Dan, aku akan baringkan penat,
hilangkan dahaga, juga tentramkan jiwa dari kegaduhan dunia.

Ah, sungguh ku tak tau apa yang kuharap.

Satu dua aku mencari
agar ku dapat, ingin kuraih
segala asa, tiada terbatas

Sekolah Dasar terlampaui,
Masuk Menengah, namun kadang ingin kembali 
juga ingin lebih atas
apa yang ku mau?
tiada puas yang ada,
ingin ke sana juga ke situ.
Sungguh banyak mau!
hingga pikir tiada lagi menampung. 

Hingga kini, aku tiada puas
ingin gapai langit, ingin gapai bulan, juga ingin gapai bintang
Namun sayang, hati tiada kuasa
mata nanar memandang, pikir panas melayang

Ah, jiwa ini letih
namun angan tiada lelah
maka, ingin ku seimbangkan raga
dalam angan, juga rasa yang tiada pernah terpuaskan.


Kamis, 13 September 2012

Berbagi Rindu

Lama tak pernah bersua, bukan dunia nyata juga bukan dunia maya. 
Namun, kamu selalu ada, dalam jiwa juga dalam pikir.
Bahkan kamu ada dalam kehidupanku.

Tanpa sadar ku akui, bahwa hidupku mati tanpamu.
hidupku kan terasa hampa, jika kamu tak lagi bikin onar.
hidupku kan kering, juga kerontang, jika kamu tak lagi kacaukan pikiran.

Tanpa sadar ku akui, kamu begitu mengesalkan.
namun, aku sadar, lagi-lagi hidupku kan tiada arti 
jika kamu menomorduakan aku.

apa harus ku kata, ada cinta dalam jiwa,
ada rindu dalam hati, 
pun hasrat bertemu begitu menggelora. 

hey cinta, 
kadang kau membuatku tersiksa, namun sungguh aku menikmatinya.
kadang kau membuatku sakit, namun sungguh aku bahagia karnamu.

Ah, memang benar kata mereka,
"cinta itu kadang bikin gila"
Tapi, aku tak gila karnamu, cinta.
karena cinta begitu indah, 
dengan cinta hidup kan sempurna.


I Love U,

Buat Allah SWT yang telah menyatukan kedua orang tuaku sehingga aku bisa terlahir di dunia dengan keindahan cinta yang Engkau berikan.
buat emak bapak, trimakasih telah mencintai dan menyayangiku selama ini.
spesial buat kekasihku, trima kasih cintanya yang telah menjadi bagain dari hidup ini.
Buat semua teman-temanku , trima kasih atas cinta dan kasih sayangnya. Bersama kalian maka hidup ini terasa indah.
Buat semua guru hidupku, trima kasih atas cinta dan kesabarannya..
I Miss U All....



yogyakarta,  130912

'16.49'




Selasa, 19 Juni 2012

Romantis itu Sederhana

gambar diambil drai blog orang lain

kalau saya bilang "Romantis itu sederhana", benarkah?
Saya sendiri kurang yakin dengan pendapat yang selalu bergema dalam pikir itu. saya kira, romantis itu harus sama dengan adegan di film-film India, ataupun drama korea yang seringkali romantis itu disimbolkan dengan pengorbanan cowok cakep kepada sang kekasih, atau pemberian setangkai bunga mawar, makan di restoran mewah nan mahal, ataupun mengajak pasangan berjalan-jalan di sebuah tempat yang mewah dan serba wah.

Eits, itu ternyata romantis yang ada di film. kalau romantis di dunia nyata, gimana dong? hhmmmm, kalau yang ini pasti ada berbagai macam romatis, karena anda semua tahu, bahwa dunia ini luasnya minta ampun, sampai aku tak bisa menghitung.

Oke, mari kita lihat dunia nyata tanpa data akurat tapi logis. Dan saya kira, saya tak kuat hati untuk berkata tentang dunia, maka mari kita sempitkan saja di Indonesia. Sobat tau, Indonesia ini besar, dari sabang sampai merauke berjajar pulau-pulau (teruskanlah...haha).

Banyak bertele-tele nih, intinya, kalau menurut saya, tak usah muluk-muluk. Romantis itu sederhana. tak perlu bersama cowok cakep yang kayak di drama-drama korea, karena cakep itu toh sebenarnya relatif, dan relatif itu tak bisa diukur dengan nominal. yang bisa mengukur ke-relatifan itu adalah hati kita.

Romantis itu bisa ditunjukan dengan sikap apa adanya, bahkan romantis itu bisa sangat sederhana di kala bersama dengan pasangan masing-masing.


Sesungguhnya, romantis itu kuncinya ada di hati. kalau hati ini mau bersyukur dengan apa yang kita miliki, maka semua akan terasa indah, bagaimanapun keadaan kita, baik keadaan kita sendiri ataupun pasangan kita. Tak perlu iri dengan pasangan tetangga, karena kalau ada rasa iri maka hati ini tak kan bisa merasakan keromantisan. 


Dulu, saya pernah ngiri dengan pasangan-pasangan yang ada di film-film ataupun drama korea. semua serba wah, dan serba ada. Yang ada adalah hati ini tak tenang, ingin selalu marah-marah tak jelas.
Lalu, saya mencoba menyadarkan bahwa itu adalah film, bukan sandiwara dalam dunia nyata. maka saya mencoba tengok tetangga kanan-kiri, atas dan juga bawah. ternyata hal menyenangkan menyelimuti hidup mereka. namun juga tak bisa dipungkiri bahwa ada suatu hal, entah itu kerikil atau batu kesar yang menghadang dalam hidupnya.
Maka, saya menyimpulkan, hidup itu akan selalu berdampingan, ada siang ada malam, ada cowok ada cewek, begitu juga ada susah ada senang, dan ada duka ada suka.


Jika kedua hal itu bisa saling bekerja sama dan hidup saling berdampingan, maka niscaya dunia ini akan indah, Indonesia akan semakin jaya (lhoh?). hidup terasa sempurna, meski kesempurnaan mutlak milik Allah.


So, jika hati sudah bisa bersyukur, saya kira apa yang kita lakukan di dunia ini akan tersa indah dan sangat menyenangkan. tidak ada rasa iri, dengki, ataupun  rasa lain yang membuat hati kemrungsung. 


Dan satu hal, bahwa romantis itu bukan hanya miliki sepasang kekasih, tapi romantis itu milik kita bersama, baik bersama teman, keluarga, dan bahkan musuh sekalipun.

So, romantis itu sederhana dan simpel kan?
Tak perlu pergi ke Korea, di sini, di hati kita tetap akan selalu ada keromantisan jika kita mau bersyukur, menikmati apa yang ada dalam hidup kita.:-)




Kamis, 14 Juni 2012

Ibarat Teh dan Kopi

Teh ini menghangatkan jiwa,
Kopi itu menyegarkan jiwa, 
seperti halnya selingkuh, 
kopi dan teh tak bisa di minum bersamaan.

Itu adalah puisi hidup, dan tulisan ini terinsprasi dari teh hangat yang saya minum malam ini, juga terinspirasi dari pengalaman hidup masa lalu.

kalau teman tahu gimana rasa selingkuh, saya kira semua akan setuju dengan puisi itu. karena orang selingkuh itu benar nikmat adanya, indah dirasa. tapi, itu semua kalau bisa membagi dan memanage dengan baik. 

Ibarat kopi dan teh, adalah dua insan yang memiliki karakter, sikap dan sifat berbeda. Pasti kalau dijadiin satu bakal menjadi lengkap. Namun, andai kopi dan teh itu dicampur aduk jadi satu, pasti akan menghasilkan rasa yang entah gimana jadinya.

Begitulah juga dengan selingkuh. kalau sie pelaku bisa membagi dengan baik, bisa menyesuaikan kebutuhannya, maka semua akan indah. 
kalau sie pelaku tidak bisa mengatur, maka hancurlah semua harapan itu.

So, jangan berharap dengan indahnya kemanisan hidup yang semu.

Percayalah! semua itu pasti tak akan bertahan lama. Pintar atau tidak, semua akan bergejolak mengungkapkan kebenarannya, baik secara langsung dan cepat ataupun lambat.

Perlu diketahui, Kopi dan Teh tetap memiliki kandungan kafein, meski kandungannya berbeda. Maka dari itu hati-hatilah dengan urusan yang satu ini. jangan sekali-kali memainkan adegan "SELINGKUH" dalam sandiwara hidup.

Dalam suka juga duka.

gambar diambil dari blog orang lain.





Rabu, 14 Maret 2012

Katresnan

Rikala semana, sliramu iseh kinyis-kinyis,
lan aku iseh isin-isin,
ketemu ana ngarep sekolah,
adu plerok, adu esem,
atiku rasane mak pyar,
ora ngerti apa sebabipun.

Aku ora ngerti,
mung pitakon ana ati,
kang tansah ngresula ing pikir.
ladalah.....
iki aku kesambet apa,
dadi ayu, malah kemayu.

ora pisan ora pindho,
sliramu pating sliwer ana ing pikirku,
gawe ruwet ana ati,
nanging dadeke esem tanpa leren.

saiki, nem tahun wis kapungkur..
cerita jaman semana tetep ana ing ati,
sliramu uga isih tetep kinyis-kinyis,
lan selot suwe aku tambah tresna marang sliramu. 



Kamis, 12 Januari 2012

Sudah Menjelang Pagi, Ada Apa dengan Parcen? # Akhir cerita

Hati kecil dan Hati besar menyadari bahwa mereka bukanlah manusia seperti kebanyakan manusia yang bisa dilihat secara nyata. dia hanya bisa dirasa oleh sang empunya. Mereka berpikir keras, sambil berguling juga berloncat, yang akhirnya hati besar mengemukakan ide briliannya.

"Hey, kecil.. ngapain kamu bengong gitu?" tanya hati besar sambil cengengesan.
"Jangan ganggu aku, besar.. aku lagi berpikir nyari cara agar Parcen tidak lagi bermuram durja.. tak tega aku ngeliatnya.. la kamu, ngapain cengengesan?? bukannya ngasih ide malah senyum gak jelas... kayak Supar aja kamu, sukanya ketawa gak jelas di pasar Bulumanis". Hati kecil sewot.
"Ah kamu... kok langsung ngatai aku gitu seh.. sebel!" jawab Hati besar tak terima.
"lho lho... kamu kok malah ikutan ngambek.. gimana ini..??" Hati kecil bingung.

Walhasil, mereka malah diem2an tanpa solusi.
"Besar,, jangan ngambek gitu... kalo kamu ngambek kasian Parcen, nanti dia sedih terus...kamu punya ide gak?hati kecil merayu hati besar.
"tadinya aku punya ide... tapi hilang mood gara-gara kamu gitu." Hati besar sok jual mahal.
"Tapi ya Cil... biasanya orang tu lebih suka dengerin kata Hatai kecil lho.. nah, kalo kamu punya ide yang menarik atau yang nyenengin coba aja diungkapkan. siapa tau ucapanmu terbawa hembusan angin dan nyantol di telingan Parcen terus meresap dalam sanubari dan bisa sedikit ngobatin Parcen. how?" Hati besar menjawab sekenanya, yang memang nanti itulah jawabannya...
"It's great!! tumben kamu pintar." Jawab Hati kecil memuji temannya.
Hati besar tersenyum ria karena diakuin kepintarannya. jarang-jarang hati kecil mau muji sesama hati yang lain.
"Yaudah, kamu mau gimana?" hati Besar membujuk lagi.
"Biasanya se kalau aku melihat kebanyakan orang yang lagi bete-bete gak jelas gitu biasanya mereka ambil wudlu, sholat, baca al-qur'an, atau baca buku, atau malah tidur. nanti habis itu biasanya mereka kembali normal.. semua tergantung masalahnya kok, Sar." Jawab hati kecil sok tahu.
"o gitu ya..."jawab Hati besar manggut-manggut sok tahu.
"kalau gitu kamu mau nyaranin Parcen apa?" lanjut Hati besar bertanya.
"la kalau kamu milih apa diantara yang semua tadi?"balas Hati kecil balik bertanya.
"semuanya" jawab Hati besar.
"Gimana caranya?"Hati kecil tak mengerti.
"Diurutin satu-satu, cil.. dari wudlu-sholat-baca Al-qur'an- baca buku- dilanjut tidu- dan semoga nanti pas bangun udah seger." jawab Hati besar antusia.
"Wah... kamu hebat, Sar. ok.. langsunng tak titipin lewat angian ya biar disampaikan ke Parcen. jawab Hati kecil bahagia.
"ok, Cilll" jawab Htai besar mantab.

Selang beberapa menit kemudian, angin berhembus pelan mengenai tirai kamar Parcen dan berlanjut mengibatkan rambut kusut Parcen.
Parcen menengok ke arah jendela sambil bergumam...

Angin.. 
hembusanmu yang lembut
tambahkan rindu dalam sanubari
kepada kekasihku nan jauh di sana
juga kedua orang tuaku yang ada di seberang pulau...

Angin... 
sampaikan salamku buat mereka orang-orang yang ku sayang..
Semoga mereka baik-baik saja di sana..

Tak lama kemudian Parcen beranjak dari tempat duduknya sampik mengibas-ngibaskan rambutnya yang penuh ketome karena tiga hari belum dikeramas. Lalu Parcen mengambil buku diary berwarna biru dan menuliskan sesuatu diatas kertas.
Rindu ini benar-benar membuatku gundah semalaman. 
Aku ingin kalian baik-baik saja di sana.
Dalam setiap desahan nafas aku selalu berdoa untuk kalian semua..

Setelah itu dia menutup buku dan menaruh di tempat semula. 
lalu Parcen melangkahkan kaki ke kamar mandi dengan senyum yang mengambnag di bibir manisnya.

Hati kecil dan Hati besarpun tersenyum bahagia.