Tampilkan postingan dengan label Pucakwangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pucakwangi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 April 2017

Klating, Wisata Air Terjun

Air terjun.
Siapa yang tidak ingin mengunjungi?
Bahwa di bawah air terjun fikir ini bisa jernih. Dengan cipratan air nun jernih semua kejenuhan bisa mencair sehingga dunia terasa indah.
Cukupkah disitu?
Jelas tidak! Banyak hal yang bisa didapat dari air terjun.
Coba lihat,  terkadang percikan yang dibawa air terjun menggambarkan emosi kehidupan.  Kadang pelan,  kadang datar,  kadang indah menggemericik,  tapi kadang membuncah luber entah sampai kemana.

Air terjun.
Bisa menjadi tempat wisata yang menyenangkan dan menenangkan.

Indah ya.
Lalu,  dimana bisa ditemukan air terjun?
Air terjun banyak ditemukan di daerah dataran tinggi.
Dan kita bisa menemukan air terjun di Kecamatan Pucakwangi - Kabupaten Pati.
Yakin?  Ini benar.  Jika selama ini pucakwangi dikenal daerah pinggiran yang tidak memiliki potensi wisata,  ternyata itu salah besar.
Yakin?  Sayapun begitu.  Saya asli putra Pucakwangi.  Selama ini banyak merantau. Jadi,  tidaklah kenal dengan Pucakwangi yang memiliki banyak potensi.  Salah satunya wisata air terjun Klating.

Di Pucakwangi mana sih saya kok gak pernah tau? "
Lokasinya lumayan dekat dengan kecamatan Pucakwangi.  Tepatnya di Desa Mojoagung.  Kalau mampir ke sini,  jangan lupa foto-foto juga di persawahan ya...

Papan pengumuman. 

Team survey😂



Jumat, 07 Oktober 2016

Pucakwangi, tak kenal maka tiada arti

Saya pernah malu ketika ditanya orang mana, alamat mana, domisili mana, atau apapun yang berhubungan dengan alamat.

Tapi itu dulu. Bukan sekarang.
Mungkin ketika saya masih ababil, layaknya itik yang belum ketemu induknya.

Sekarang? Silahkan bertanya seribu kali tentang tempat tinggal saya. Dan saya akan menjawab lantang!
Rumah saya beralamatkan di Desa Pelemgede, kecamatan Pucakwangi, kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Iya, saya lantang bahkan boleh dikata bangga. Kenapa? Karena Pucakwangi itu kaya. Dan sedikit banyak saya telah mengenalnya. 

Pertama, saya ingin menceritakan salah satu Desa yang berada di kecamatan Pucakwangi, yaitu Desa Wateshaji.  Untuk menuju Desa Wateshaji, saya harus melewati kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Blora. 

Kenapa begitu?
Apakah tidak ada jalan lain?
Apakah begitu terpencilnya kecamatan Pucakwangi?

To be continued......


Sabtu, 20 Agustus 2016

LIWETAN : MENGUAK TRADISI MEMASAK DI ALAM TERBUKA

Liwetan. ada yang tau? Mungkin sedikit asing. Tapi kalu nasi liwet, saya yakin sahabat semua mengenalinya. apalaggi sego liwet khas Solo. Oke, lupakan itu!

Nah, hari ini tanggal 19 Agustus 2016 saya dimelekkan sebuah tradisi yang masih berjalan di kampung halaman saya, yaitu Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. kalau berbicara sebuah tradisi, mungkin ada sebagian sahabat yang akan bilang "Ah, apa sih Tradisi?" (Jelas, ini akan sangat panjang penjelasannya. Sahabat bisa mencari via google, buku, ataupun kepada ahlinya).

Disini, saya ingin bercerita tentang kegiatan hari ini, yaitu kegiatan masak memasak. Bukan! ini bukan memasak seperti pada umumnya, yang dilaksanakan oleh seseorang atau beberapa orang dengan menggunakan peralatan lengkap dan di dalam ruangan khusus, yaitu Dapur!. 
Memasak kali ini sangat luar biasa. Tidak hanya sekedar untuk mengahasilkan olahan yang akan dimakan pada siang hari ataupun sore hari. Namun ada sejarah yang terkandung di dalam olahan LIWETAN.

Berbicara LIWETAN, pastilah akan melemparkan ingatan kita pada masa kecil. Masa kecil yang sangat luar biasa syahdu atas keakraban anak-anak dengan alam terbuka. Pada masa kecil zaman saya, saya beserta teman sangatlah senang bermain masak-masakan di alam terbuka. Ada banyak hal yang bisa kami jadikan media untuk bermain masak-masakan. Ada umbi-umbian, ada Gembili, ada Ganyong, bahkan tanahpun bisa kami masak di atas api dengan peralatan seadanya. Terkadang, bukan masakannya yang matang, tetapi wadahnyalah yang terbakar oleh bara api. Bukan karena teledor, ini karena wadahnya dari tempurung kelapa atau wadah bekas dari plastik.

Nah, lalu mari kita kembali ke LIWETAN.
LIWETAN ini dilakukan oleh beberapa kelompok di satu desa. Satu kelompok bisa terdiri dari 5 orang hingga tak terbatas. Mereka melakukan iuran beras sedikit-sedikit dan uang sesuai kesepakatan untuk belanja bahan yang akan digunakan untuk lauk dan sayur. Cukup sederhana, Gori atau nangka muda dicampur telur ayam, tempe, dan udang sudah bisa menjadi sayur sekaligus lauk. Nasinya di masak dengan cara diliwet. adapun liwetan dilaksanakan di tempat terbuka. Ada yang di sawah, ada yang di Perengan, Ada yang di bawah pohon jati. sesuai kesepakatan. Suka-suka mereka mau dimana, yang penting mereka memilih lokasi yang tidak jauh-jauh dari tempat tinggal mereka. 



Tidak usah tanya LIWETAN dimulai sejak kapan. saya jamin mbah saya yang usianya sekitar 90 tahun tidak akan bisa menyebutkan tahun kapan dimulainya. Mbah hanya bisa bercerita, kalau jaman dahulu LIWETAN biasa dilakukan di sawah oleh para penggembala sapi atau ternak lain. LIWETAN yang dilakukan pada musim kemarau ini mungkin karena pada musim inilah banyak tumbuhan tumbuh subur sehingga para ternak bisa menikmati rerumputan dengan tenangnya dan para penggembala sangat bersyukur dan mempunyai waktu untuk sedikit berleha. Pada akhirnya mereka merealisasikan kebahagiaan dan rasa syukur dengan cara memasak bersama saat menggembala. 

Maka dari itu...................

LIWETAN ini dilaksanakan satu tahun sekali pada saat musim kemarau. LIWETAN di lakukan untuk mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa. Nikmat sehat, nikmat rizki, nikmat segala hal yang diberikan oleh Sang Maha Kaya sehingga kami semua bisa menikmati kebahagian bersama-sama. dan LIWETAN masa kini, tidak harus dilakukan mereka yang punya ternak pun tidak harus mereka yang banyak uang. Tapi siapa saja yang mau boleh ikut kegiatan yang menyenangkan ini.

Bahagialah kita karena bisa bercengkrama bersama dengan berkegiatan positif di alam terbuka. 

Satu hal penting, LIWETAN ini tidak wajib. Dari 20 Desa yang berada di Kecamatan Pucakwangi juga tidak semuanya melakukan kegiatan yang hangat dan syarat kebersamaan ini.

dokumen pribadi