Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2016

MASA ITU

Masa itu,
Di kala saya masih berlari dengan kepang kuda.
Tanpa malu berbalut busana mini.
Tanpa sungkan teriak sepanjang jalan.
Masa itu,
Di kala saya tak tahu diri
Selalu saja tertawa kala ingin tertawa
Selalu saja menangis tanpa alasan pasti
Inginku pasti tercapai, tanpa susah pun tergapai.
Masa itu,
Di kala saya menjadi satunya pusat perhatian
Semua untuk diri kecil nan pongah
Tanpa belas kasih.
Masa itu,
Semua tinggal cerita.
Dan kini, saya melihat kembali sosok kecil di masa itu
Dalam dirimu.

Selasa, 04 Oktober 2016

Larut

Larut.
Bukan serbuk, namun malam.
Begitu terasa syahdu,
Juga mesra diiringi dendang sang katak.

Larut.
Semua menyebar, 
Pun menjadi satu.
Semua.
Tanpa terkecuali,
Dari mentari bersinar, 
Hingga bersembunyi.

Larut.
Dalam larut malam
Cerita itu menyeruak
Menari layaknya Jaipong.
Menarik perhatian.
Juga menggoda.

Dalam larutnya malam,
Ijinkan saya menari bersama pena.

Jumat, 02 September 2016

SELAMAT ULANG TAHUN, PKH PATI


WAKTU BERJALAN DENGAN BEGITU ANGGUNNYA
DAN KINI.....
Tak terasa, TIGA tahun sudah kebersamaan kita
Dalam Suka dan Duka
Dalam satu semangat,
meski kadang bergelombang diterpa badai.

Tak terasa, TIGA tahun tahun sudah kebersamaan kita
Dalam siang juga malam
Dalam satu tujuan
DALAM SATU BALUTAN VISI DAN MISI
Meski JARAK DAN RUANG TERBENTANG MEMISAHKAN LANGKAH KITA.

Tak terasa, TIGA tahun sudah kebersamaan kita
Dalam satu atap, satu almamater,
Program Keluarga Harapan.

DI USIA YANG KE TIGA INI
Mari bersama kita PERBARUI SEMANGAT JUANG DALAM JIWA
Mari BERSAMA PUPUK IKHLAS KITA DALAM BEKERJA,
 mari kita SATUKAN AKAL DAN JIWA
Untuk kita semua,
Untuk PKH,
DAN Untuk WARGA TERCINTA
####

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 3 BUAT PKH PATI
SEMOGA MAKIN JAYA
SEMOGA SELALU SOLID 
Semoga ke depan kita bisa lebih baik.



Senin, 25 Februari 2013

Kamu dan Cerita

Ceriamu sadarkan jiwa, bahwa hidup itu indah
Tak ada yang harus disesalkan
Terimalah, syukuri semua nikmat yang tersaji.

Tawamu sadarkan pikir, bahwa masalah itu berkah
Tak ada yang perlu ditakutkan
Terimalah, hadapi semua soal yang ada
Tuntaskan hingga kau temukan intan berlian
dibalik tugas beratmu.

Tentangmu tak pernah habis,
datang pergi suguhkan cerita.
manis duka santapan harian.

gambar diambil dari www.encrypted-tbn2.gstatic.com





Sabtu, 06 Oktober 2012

Manusia, Tiada Puas!

Malam telah tiba, dan aku ingin segera pagi
Pagi mulai menyapa dunia, namun aku ingin segera siang
agar aku bisa melakukan banyak hal,
agar malampun segera tiba kembali.
Dan, aku akan baringkan penat,
hilangkan dahaga, juga tentramkan jiwa dari kegaduhan dunia.

Ah, sungguh ku tak tau apa yang kuharap.

Satu dua aku mencari
agar ku dapat, ingin kuraih
segala asa, tiada terbatas

Sekolah Dasar terlampaui,
Masuk Menengah, namun kadang ingin kembali 
juga ingin lebih atas
apa yang ku mau?
tiada puas yang ada,
ingin ke sana juga ke situ.
Sungguh banyak mau!
hingga pikir tiada lagi menampung. 

Hingga kini, aku tiada puas
ingin gapai langit, ingin gapai bulan, juga ingin gapai bintang
Namun sayang, hati tiada kuasa
mata nanar memandang, pikir panas melayang

Ah, jiwa ini letih
namun angan tiada lelah
maka, ingin ku seimbangkan raga
dalam angan, juga rasa yang tiada pernah terpuaskan.


Kamis, 13 September 2012

Berbagi Rindu

Lama tak pernah bersua, bukan dunia nyata juga bukan dunia maya. 
Namun, kamu selalu ada, dalam jiwa juga dalam pikir.
Bahkan kamu ada dalam kehidupanku.

Tanpa sadar ku akui, bahwa hidupku mati tanpamu.
hidupku kan terasa hampa, jika kamu tak lagi bikin onar.
hidupku kan kering, juga kerontang, jika kamu tak lagi kacaukan pikiran.

Tanpa sadar ku akui, kamu begitu mengesalkan.
namun, aku sadar, lagi-lagi hidupku kan tiada arti 
jika kamu menomorduakan aku.

apa harus ku kata, ada cinta dalam jiwa,
ada rindu dalam hati, 
pun hasrat bertemu begitu menggelora. 

hey cinta, 
kadang kau membuatku tersiksa, namun sungguh aku menikmatinya.
kadang kau membuatku sakit, namun sungguh aku bahagia karnamu.

Ah, memang benar kata mereka,
"cinta itu kadang bikin gila"
Tapi, aku tak gila karnamu, cinta.
karena cinta begitu indah, 
dengan cinta hidup kan sempurna.


I Love U,

Buat Allah SWT yang telah menyatukan kedua orang tuaku sehingga aku bisa terlahir di dunia dengan keindahan cinta yang Engkau berikan.
buat emak bapak, trimakasih telah mencintai dan menyayangiku selama ini.
spesial buat kekasihku, trima kasih cintanya yang telah menjadi bagain dari hidup ini.
Buat semua teman-temanku , trima kasih atas cinta dan kasih sayangnya. Bersama kalian maka hidup ini terasa indah.
Buat semua guru hidupku, trima kasih atas cinta dan kesabarannya..
I Miss U All....



yogyakarta,  130912

'16.49'




Kamis, 14 Juni 2012

Ibarat Teh dan Kopi

Teh ini menghangatkan jiwa,
Kopi itu menyegarkan jiwa, 
seperti halnya selingkuh, 
kopi dan teh tak bisa di minum bersamaan.

Itu adalah puisi hidup, dan tulisan ini terinsprasi dari teh hangat yang saya minum malam ini, juga terinspirasi dari pengalaman hidup masa lalu.

kalau teman tahu gimana rasa selingkuh, saya kira semua akan setuju dengan puisi itu. karena orang selingkuh itu benar nikmat adanya, indah dirasa. tapi, itu semua kalau bisa membagi dan memanage dengan baik. 

Ibarat kopi dan teh, adalah dua insan yang memiliki karakter, sikap dan sifat berbeda. Pasti kalau dijadiin satu bakal menjadi lengkap. Namun, andai kopi dan teh itu dicampur aduk jadi satu, pasti akan menghasilkan rasa yang entah gimana jadinya.

Begitulah juga dengan selingkuh. kalau sie pelaku bisa membagi dengan baik, bisa menyesuaikan kebutuhannya, maka semua akan indah. 
kalau sie pelaku tidak bisa mengatur, maka hancurlah semua harapan itu.

So, jangan berharap dengan indahnya kemanisan hidup yang semu.

Percayalah! semua itu pasti tak akan bertahan lama. Pintar atau tidak, semua akan bergejolak mengungkapkan kebenarannya, baik secara langsung dan cepat ataupun lambat.

Perlu diketahui, Kopi dan Teh tetap memiliki kandungan kafein, meski kandungannya berbeda. Maka dari itu hati-hatilah dengan urusan yang satu ini. jangan sekali-kali memainkan adegan "SELINGKUH" dalam sandiwara hidup.

Dalam suka juga duka.

gambar diambil dari blog orang lain.





Jumat, 06 April 2012

Pagi Dingin dan Kopi

Benar-benar dingin pagi ini, setelah kemaren hampir seharian turun hujan.
Benar-benar mantap kopi ini, setelah lama badan menggigil karena dingin.


Bukan saatnya untuk berselimut, 
padahal angin masih ganas menembus pori-pori kulit.
Bukan saatnya untuk meringkuk,
padahal mentari belum tampakkan senyum menawannya di pagi hari.


Maka, tetap harus terbangun,
tanpa hati menggerutu tanpa bibir bertekuk ke atas
Dan aku menemukan diriku tersenyum puas
perut berdendang ria
hati berbisik 
"inilah nikmatnya minum kopi di pagi hari yang dingin"

kopi hangat

Rabu, 14 Maret 2012

Katresnan

Rikala semana, sliramu iseh kinyis-kinyis,
lan aku iseh isin-isin,
ketemu ana ngarep sekolah,
adu plerok, adu esem,
atiku rasane mak pyar,
ora ngerti apa sebabipun.

Aku ora ngerti,
mung pitakon ana ati,
kang tansah ngresula ing pikir.
ladalah.....
iki aku kesambet apa,
dadi ayu, malah kemayu.

ora pisan ora pindho,
sliramu pating sliwer ana ing pikirku,
gawe ruwet ana ati,
nanging dadeke esem tanpa leren.

saiki, nem tahun wis kapungkur..
cerita jaman semana tetep ana ing ati,
sliramu uga isih tetep kinyis-kinyis,
lan selot suwe aku tambah tresna marang sliramu. 



Jumat, 04 November 2011

Rinduku


cenung_ngaos@yahoo.co.id

Curhatku,
Ada rindu dihati
Ketika mata tak lagi menatap
Ketika kata tak lagi bersapa
Hanya ada angan tuk lagi berjumpa

Satu masa telah kita lewati
Dengan kebersamaan yang begitu manis
Canda tawa selalu menghias
Di hari nun penuh makna

Sekarang aku sendiri
Di siang melonglong
Ada suara namun terasa sunyi
Ada cerita namun terasa hampa

Ya allah…..
Ada rindu di hati
Ada angan di fikir
 ada harap dalam do’a 
Tuk gapai kasih-Mu
Tuk capai peluk-Mu

By,
cenung_ngaos
111109

Kamis, 06 Januari 2011

Tak Usah Ragu

Sobat, liatlah orang itu
Jangan kau palingkan muka
Langkahnya tertatih, tak ada daya tuk lanjutkan perjuangan
Kenapa kau hanya tersenyum?
Tak ada pikir untuk menyapa
Apalagi niat untuk menolong

Kau umbar tawamu
Tak peduli penderitaan kakekmu
Kau umbar nafsumu
Tak peduli nasehat rentanya nenekmu
Biadab kau!!
Tak peduli sekelilingmu

Sobat, liatlah pohon itu
Telah tumbang termakan usia
Jangan pongah dengan hartamu
Jangan sombong dengan ‘rupa’ tampanmu
Apalagi dengan kemewahanmu
Semua itu bukan milikmu
Hanya titipan dari-Nya

Gak usah termenung
Jangan banyak pikir, apalagi pertimbangan
Yang hanya kan membuatmu ragu

lakukanlah
tanpa harus membiarkan mereka menderita