Tampilkan postingan dengan label flashfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flashfiction. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

Dan Kini, Aku Telah Menemukannya

Butuh waktu memang untuk melupakan seseorang yang pernah mengisi hati dan menemani lewati hari. Semua kenangan adalah tentang dia. Namun, hal itu tidak bisa didiamkan dalam kubangan kepedihan dalam hati. Harus segera diberantas. Maka, akupun mulai membuka hati yang sejujurnya untuk pria lain. dan tak ayal lagi, aku mulai menikmati kebersamaanku dengan pria yang dulupernah hadir di kala aku masih bersamanya. Ya, dia adalah mas Elang, pria yang selalu menghiburku dikala aku tersakiti oleh mantan kekasihku.

Sungguh, bukannya aku cewek gampangan, namun semua telah berubah. Bersamanya, aku menjadi pribadi yang lebih baik. Aku juga mendapatkan kehidupan yang membahagiakan. Lihatlah, perhatiannya sungguh nyata. Mas Elang telah membuat hidupku penuh warna dan harapan ke depan yang lebih baik.

Dan kini, hidupku indah seindah bulan purnama, secerah pelangi di kala habis turun hujan. Bersamamu, Aku menemukan cinta sejati. Dan, aku tak ingin berpisah denganmu, karena aku tak ingin kehilangan indahnya hidup ini.

Maaf, Aku Tidak Bisa Lagi




Sudah cukup sampai di sini cerita tentang kita. Meski sudah empat tahun aku menjalani hidup ini, namun saya kira suratan takdir berkata “cukupkan sampai di sini. Mungkin ada yang lebih baik dari dia”.
Maka, dengan hati yang sungguh terpaksa, malam itu, tepat tujuh tahun yang lalu aku berkata padamu “ Mas, saya kira hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi”.
Dan kamupun terperangah akan keputusan yang saya ambil “kenapa?” kamu bertanya dengan nada penuh kebimbangan. “Apakah kamu tidak bias memaafkan kesalahanku ,beb? Saya janji tidak akan pernah menduakanmu lagi” kamu mencoba meyakinkan aku untuk kembali memperbaiki hubungan kita yang sebenarnya sudah tidak sehat lagi.
“Saya tidak bisa seperti ini terus, mas. Saya ingin dicintai sepenuh hati oleh orang yang saya cintai. Dan saya kira saya mendapatkan orang yang saya harapkan itu. Maafkan aku karena tidak bisa lagi mempertahankan hubungan ini.” Ucapku dengan penuh ketenangan.
Dan mulai saat itulah aku tidak lagi menjadi kekasihnya Vino,cowok yang kusayangi namun selalu menyakiti hatiku. Akhirnya, sungguh aku menemukan cowok yang sayang denganku apa adanya. Maka kubungkus kisah lama yang menyedihkan itu, dan kubuka lembaran kisah baru dengan kekasihku, Mas Elang.