Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Manusia, Tiada Puas!

Malam telah tiba, dan aku ingin segera pagi
Pagi mulai menyapa dunia, namun aku ingin segera siang
agar aku bisa melakukan banyak hal,
agar malampun segera tiba kembali.
Dan, aku akan baringkan penat,
hilangkan dahaga, juga tentramkan jiwa dari kegaduhan dunia.

Ah, sungguh ku tak tau apa yang kuharap.

Satu dua aku mencari
agar ku dapat, ingin kuraih
segala asa, tiada terbatas

Sekolah Dasar terlampaui,
Masuk Menengah, namun kadang ingin kembali 
juga ingin lebih atas
apa yang ku mau?
tiada puas yang ada,
ingin ke sana juga ke situ.
Sungguh banyak mau!
hingga pikir tiada lagi menampung. 

Hingga kini, aku tiada puas
ingin gapai langit, ingin gapai bulan, juga ingin gapai bintang
Namun sayang, hati tiada kuasa
mata nanar memandang, pikir panas melayang

Ah, jiwa ini letih
namun angan tiada lelah
maka, ingin ku seimbangkan raga
dalam angan, juga rasa yang tiada pernah terpuaskan.


Sabtu, 09 Juni 2012

Jakun Selesai, Tugas Besar Menanti

Kuliah Jawa Kuna (Jakun), kini telah usai. Resmi, pada hari selasa (05 Juni '12) diadakan ujian akhir Jawa Kuna. Mata kuliah Jawa kuna merupakan satu dari beberapa mata kuliah lainnya yang harus diperhatikan dengan ekstra. mulai dari persipan, pengerjaan, hingga penyajian. semua harus dipersiapkan dengan matang.

Maka tinggal menanti hasilnya. akupun tak berharap bisa dapat nilai sempurna, paling gak aku akan sangat berbahagia, sangat bersyukur kalau aku bisa memperoleh nilai B/B-. udah itu saja yang ku harap sementara untuk Jakun (PD banget ya...haha).

Namun, apa yang terjadi? dipagi hari saat santai menikmati enaknya tidur di kasur ala "peyek", aku dapat chat dari seorang teman yang bilang bahwa nilai Jakun udah bisa diliat. maka dengan penuh rasa penasaran akupun segera membuka akademik, dan membuka acountku. Jreng! keluarlah nilai semester akhir di tahun terakhirku ini, yaitu Jakun. Og My God..... nilai ini membuat data sesak, matapun ikut-ikutan menyesak walhasil aku ingin tidur walau sejenak (hahaha).

Tidaklah, aku menyadarkan diri bahwa ini memang kenyataan. dan satu lagi, jelas aku tidak semendramatisir itu. aku memang sedih dengan hasil ini. tapi, nilai jelek tak berarti hidup ikut berakhir, right!.
kembali sejenak aku berpikir ke belakang, dan ini memang hasil yang pas aku dapatkan. 

hahahahaha.. aku ingin tertawa ngakak sehabis-habisnya, samapi benar-benar hilang rasa nyesek yang ada di dada. untung, ada beberapa teman yang nge-sms, ngechat, dan ngetwit, jadi  kita bisa menghilangkan sesak bersama (semoga saja.:-D).

So, mari bersyukur, terima semua hasil yang kita miliki agar hati bisa tentram dan damai. mari semangatkan diri untuk gapai masa depan gemilang. Karena Tugas besar menanti kita.

Tugas I : 
Skripsi harus segera diselesaikan. 
karena menurut @aniesbaswedan # Menulis skripsi adalah menaklukan diri sendiri.



 

Jumat, 18 Mei 2012

Membabi Buta


Libur panjang, lumayanlah kalau sedandainya liburan yang mulai hari kamis, 17 Maret 2012 ini digunakan untuk jalan-jalan atau pulang ke kampung halaman. itu sangat akan menyenangkan dan akan bisa merefreshkan jiwa dan pikir walau sejenak.
 Namun, sayang sekali hal itu tidak saya rasakan untuk liburan kali ini. saya memutuskan untuk tetap stay di jogja, bersemadi di dalam kamar dan kali ini saya tidak ingin kemana-mana. Ya, hanya ingin di kamar saja. 
Kenapa begitu? Ibarat kendaraan, diri ini sangat banyak beban yang dibawa, entah dalam pikir, pundak, tangan , ataupun itu dalam jiwa. Mmang kedengaran banyak berlebihan (hahaha). Namun, itulah yang pas saya katakan untuk saat ini.
Sedikit berbagi tentang kengoyoan saya adalah memaksakan diri untuk menyelesaikan translitersai, mentarget paling tidak sehari bisa menghasilkan sekitar 40-50 halaman yang sudah harus diketik. Maka, walhasil punggungpun terasa sangat pegal-pegal, duduk menjadi sangat enggan, tidur juga jadi tak nyaman, apalagi kalau jalan. Dan parahnya, mata ini serasa berat layaknya ada gajah yang menggantung. (ah, itu mah salah sendiri. :-P)
Kembali dalam situasi yang saya alami adalah perkenaan deadline dan skripsi. Hal ini entah sebuah semangat yang menggebu atau hanyalah sebagian dari ke-ngoyo-an saya yang tiada pikir panjang. Yang sebaiknya liburan digunakan untuk merehatkan pikir, namun diri ini malah menggunakan liburan untuk ngoyo agar bisa segera menyelesaikan transliterasi yang segede gaban. (Entahlah...)
Sekarang, saya ingin istirahat. Maka tampaknya ngeblog dan berselancar di dunia maya baik lewat FB atau twitter itu sangat bisa membantu (apa hubungannya?)
Wah, tulisan ini sangat tidak jelas, tidak bertema dan tidak beralur. Tapi saya menulis apa yang ada di hati sekarang. Ya, biarkanlah kalau tampak kacau.(hahaha). Semoga besok tidak terulang lagi dan semoga bisa ada tulisan yang lebih baik dan bisa bermanfaat untuk semuanya. J

Rabu, 14 Maret 2012

Katresnan

Rikala semana, sliramu iseh kinyis-kinyis,
lan aku iseh isin-isin,
ketemu ana ngarep sekolah,
adu plerok, adu esem,
atiku rasane mak pyar,
ora ngerti apa sebabipun.

Aku ora ngerti,
mung pitakon ana ati,
kang tansah ngresula ing pikir.
ladalah.....
iki aku kesambet apa,
dadi ayu, malah kemayu.

ora pisan ora pindho,
sliramu pating sliwer ana ing pikirku,
gawe ruwet ana ati,
nanging dadeke esem tanpa leren.

saiki, nem tahun wis kapungkur..
cerita jaman semana tetep ana ing ati,
sliramu uga isih tetep kinyis-kinyis,
lan selot suwe aku tambah tresna marang sliramu. 



Senin, 10 Januari 2011

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna

Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan.” Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb. Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi ‘yang penting akhwat” atau “yang penting ikhwan”. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan – sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan. Maka doa kita kepada Allah bukanlah,”berikanlah padaku pasangan yang sempurna” tetapi “ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.
Masya Allah.... benar-benar indah...